Ragam Biaya yang Timbul saat Proses Pengajuan KPR

Ragam Biaya yang Timbul saat Proses Pengajuan KPR

Harga rumah yang makin tahun makin mahal membuat sebagian orang mundur untuk memiliki rumah sendiri. Padahal, sebenarnya ada cara lain yang bisa mereka lakukan untuk bisa wujudkan rumah imajinasimu. Salah satunya adalah dengan mengajukan KPR. Dalam pengajuan KPR, selain cicilan dan utang pokok, ada biaya lain yang akan timbul. Apa saja?

  1. Uang Muka

Biaya pertama yang akan timbul dan harus kamu bayarkan saat mengambil KPR adalah uang muka. Sedari awal kamu harus membayar ini sebagai bukti jadi bahwa kamu mengambil KPR tersebut. Uang muka ini juga merupakan syarat mutlak dalam proses pengajuan KPR.

Berdasarkan Peraturan Bank Indonesia nomor 18/16/PBI/2016, besaran uang muka yang harus disediakan oleh pihak debitur adalah 15% untuk rumah pertama. Sedangkan untuk rumah kedua adalah 20% dan rumah ketiga adalah 30%. Namun, ketentuan ini hanya berlaku untuk bank dengan rasio kredit bermasalah di bawah 5% saja.

Jika rasio kredit bermasalah yang dialami bank tersebut lebih dari itu, bunganya tentu tidak akan mengikuti aturan yang sudah ditetapkan. Dengan ketentuan yang ada, kamu tentunya sudah bisa melakukan kalkulasi uang muka yang harus disediakan dari harga rumah yang kamu inginkan.

  1. Biaya Notaris

Biaya lain yang akan timbul dalam proses kredit rumah mudah dengan KPR ini adalah biaya notaris. Dalam proses pembelian rumah dan fasilitas KPR, tentunya melibatkan notaris dalam hal mengurus dokumen seperti pembuatan akta jual beli, pengurusan pajak dan balik nama sertifikat.

Jika pengajuan KPR kamu disetujui, nantinya pihak bank akan menunjuk notaris yang telah bekerja sama dengan mereka untuk mengurus dokumen yang diperlukan. Mengenai hal tersebut, biaya yang akan dikeluarkan adalah meliputi jasa notaris. Biaya ini menjadi tanggungan pihak debitur sebagai calon penerima fasilitas KPR.

Selain itu, ada juga yang disebut dengan biaya balik nama. Pembelian rumah dengan fasilitas KPR ini akan ada pengalihan hak milik dari pemilik lama ke pemilik baru. Biaya pengurusan balik nama ini umumnya diserahkan pada notaris sekaligus yang berperan sebagai PPTA alias Pejabat Pembuat Akta Tanah.

Lalu, ada juga pajak jual beli. Komponen ini timbul dan biasanya ditanggung oleh masing-masing pihak. Penjual akan menanggung pajak penjualan, pembeli akan menanggung pajak pembelian. Namun, ada juga yang semuanya ditanggung oleh pihak penjual.

Berapa besaran biaya pajak jual beli yang harus dikeluarkan? Menurut peraturan yang ada, pihak penjual akan dikenakan 2,5% dari nilai transaksi yang telah sesuai dengan NPOP atau Nilai Perolehan Objek Pajak.

Sementara untuk pajak pembelian yang ditanggungkan pada pihak pembeli, akan dikenakan 5% dari NOPO dan dikurangi dengan NPOPTKP atau Nilai Perolehan Objek Pajak Tidak Kena Pajak. Adapun besaran NPOPTKP berdasarkan peraturan yang berlaku adalah senilai Rp60.000.000,-.

  1. Biaya Administrasi Bank

Ada juga biaya administrasi bank. Biaya yang satu ini harus kamu sediakan sendiri sebagai pihak yang mengajukan KPR. Itu artinya, biaya ini tidak bisa dikurangi dari plafon yang akan kamu terima nanti. Sebab, ia sudah harus disetorkan kepada bank sebelum akad kredit dilakukan. Beberapa biaya yang keluar adalah biaya notaris.

Jadi, selain menanggung biaya notaris dalam hal pembuatan akta jual beli, kamu juga harus menanggung biaya notaris internal bank terkait pembuatan akta perjanjian kredit. Selain itu, ada juga biaya provisi. Biaya yang satu ini dimaksudkan sebagai biaya adminIstrasi pengurusan KPR.

Adapun besaran biaya provisi yakni 1% dari plafon kredit yang akan kamu terima. Jadi, jika kamu memperoleh KPR sebesar 150 juta, maka besaran biaya provisi yang harus kamu bayarkan adalah senilai 1,5 juta rupiah. Ada juga biaya appraisal. Biaya yang satu ini timbul berkat kerjasama pihak bank dan pihak ketiga untuk menaksir harga rumah yang dibeli.

Hasil dari appraisal inilah yang digunakan sebagai dasar dalam memutuskan berapa besaran plafon yang akan kamu terima. Setiap bank biasanya memberlakukan kebijakan yang berbeda untuk ini. Ada yang mengharuskan membayar di muka, ada juga yang bisa dibayar setelah pengajuan KPR. Biasanya, besarannya sekitar 250 ribu hingga 1 juta rupiah.

Ada juga angsuran pertama. Biaya ini harus kamu keluarkan dari kantong sendiri. Dalam SP3K yang telah ditandatangani, terpapar jelas jumlah plafon, jangka waktu kredit dan besaran angsuran yang harus dibayarkan setiap bulanan. Nah, angsuran pertama adalah salah satu biaya yang harus kamu sediakan dari kantong sendiri dalam proses pengajuan KPR.

Jangan lupakan biaya asuransi. Biaya asuransi ini pun dibagi lagi menjadi asuransi jiwa dan asuransi kebakaran. Untuk asuransi jiwa, ini wajib dibayarkan ketika kamu mengajukan KPR. Biaya ini adalah bentuk jaminan bagi pihak bank bahwa penyelesaian pembayaran atas KPR akan tetap bisa berjalan meskipun terjadi hal yang tak diinginkan.

Hal tersebut maksudnya adalah bila kamu meninggal dunia, kabut dan lainnya. Dengan adanya asuransi jiwa ini, maka bila hal buruk terjadi pada kamu, maka ahli warismu tidak akan terbebani utang pembayaran KPR. SedaNgkan untuk asuransi kebakaran adalah untuk melindungi keselamatan rumah dari kemungkinan kerusakan akibat kebakaran.

Nah, itulah berbagai biaya yang akan timbul dalam proses pengajuan KPR di bank. Secara keseluruhan, jika ditotalkan biaya yang harus kamu keluarkan dalam proses ini kurang dari 25% dari plafon kredit yang diberikan bank. Meski cukup besar, tapi kamu bisa wujudkan desain rumah yang bikin relax sesuai dengan keinginanmu dan itu rumahmu sendiri!